Festival Pesisir Selatan 2026: Mendorong Kepemimpinan Perempuan untuk Perdamaian Berkelanjutan

Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur – Festival Pesisir Selatan 2026 berhasil di selenggarakan pada tanggal 27-29 Maret 2026 di kawasan Wisata Kuliner Desa Spaha, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Festival yang mengusung tema “Perempuan Berdaya untuk Perdamaian Berkelanjutan” ini menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil untuk mempromosikan peran perempuan dalam pembangunan perdamaian, penguatan kohesi social, serta peningkatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana dan perubahan iklim.

Festival ini merupakan bagian dari Program WeNexus yang diselenggarakan oleh Yayasan CIS Timor Indonesia bersama Save the Children Indonesia dengan dukungan pendanaan dari UN Women melalui KOICA. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas perempuan dan anak muda dalam mencegah konflik sosial, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta mendorong partisipasi mereka dalam pembangunan desa.

Selama tiga hari, festival ini berhasil menarik lebih dari 3.000 pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, dan sekitarnya. Kehadiran masyarakat yang massif menunjukan antusiasme publik terhadap upaya bersama dalam membangun komunitas yang damai, inklusif, dan tangguh.

Ruang Kolaborasi untuk Perdamaian dan Ketangguhan Komunitas

Pembukaan Festival Pesisir Selatan 2026 ditandai dengan pencanangan Desa Spaha sebagai Desa Wisata. Pencanangan ini menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat di wilayah pesisir selatan.

Dalam sambutannya, Eduard Markus Lioe, SIP, S.H., M.H., Bupati Timor Tengah Selatan, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari strategi pembangunan yang berkelanjutan. “Perempuan berdaya berarti perempuan memiliki akses, kesempatan, dan kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Perdamaian berkelanjutan berarti kondisi damai yang tidak hanya sesaat, tetapi terus dipelihara melalui kesetaraan dan solidaritas sosial,” ungkap Eduard.

Festival ini juga menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, desa, organisasi masyarakat sipil, komunitas budaya, serta masyarakat umum untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam membangun perdamaian berbasis komunitas.

Ulziisuren Jamsran, UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN menyampaikan sambutan yang dibacakan oleh Orissa Sofyan, Programme Officer HDP Nexus, “Perempuan berperan besar dalam menjaga perdamaian, memperkuat komunitas, dan membantu masyarakat tetap tangguh menghadapi bencana dan perubahan iklim. Festival ini menjadi ajakan bagi kita semua—untuk mengangkat dan mendukung mereka yang sudah beraksi, berinovasi, dan memimpin perubahan di komunitasnya. Bersama-sama, kita bisa membangun masa depan yang lebih adil dan damai untuk semua.”

Berbagai Kegiatan Edukatif dan Budaya

Festival Pesisir Selatan 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan dialog publik, pertujukan budaya, serta kegiatan sosial dan lingkungan. Beberapa kegiatan utama yang dilaksanakan antara lain:

  • Talkshow lintas pemangku kepentingan mengenai pembangunan perdamaian, kesetaraan gender, dan kesiapsiagaan bencana.
  • Penampilan budaya seperti natoni perdamaian dan tarian bonet serta tarian kreasi.
  • Kegiatan pembersihan pesisir pantai.
  • Pasar pangan lokal dan bazar UMKM.
  • Lomba mewarnai anak sebagai ruang partisipasi anak dalam festival.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapat ruang hiburan tetapi juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas social, serta mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Di acara ini, pembelajaran dari program WE NEXUS dalam melibatkan dan memberdayakan perempuan dan orang muda untuk pembangunan perdamaian, penanggulangan bencana, dan perubahan iklim disampaikan melalui talkshow oleh perwakilan desa Spaha, Tuapakas, Oetuke, Raknamo, Manusak, Tonaku, dan Camplong. Talkshow ini memberikan kesempatan untuk belajar, bertukar pengalaman dan praktik baik, serta bersama membangun ekosistem yang mendukung kepemimpinan perempuan dan orang muda.

“CIS Timor percaya perubahan bisa dimulai dari mana saja dan oleh siapa saja, termasuk perempuan. Berbicara tentang perempuan di desa, mereka perlu dikapasitasi dan diberi kesempatan serta ruang partisipasi untuk berkembang. Keluarga, organisasi, kampung, dan dunia akan lebih baik, lebih damai, dan lebih tangguh jika perempuan berdaya ikut mengelola dan membuat keputusan,” ungkap Buce E. Y. Ga, Program Manager WE NEXUS, CIS Timor.

Salah satu momen penting dalam festival ini adalah penampilan Natoni perdamaian oleh Forum Perempuan dan Karang Taruna Desa Spaha, Oetuke, dan Tuapakas yang menyampaikan pesan tentang pentingnya hidup damai dalam keluarga dan masyarakat. Tradisi ini menjadi simbol kuat keterlibatan perempuan dalam menjaga harmoni sosial di komunitas mereka.

“Keterlibatan aktif perempuan dan anak muda dalam inisiatif perdamaian dan penguatan kohesi sosial adalah kunci utama dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan dampak perubahan iklim. Melalui festival ini, diharapkan pembelajaran mengenai implementasi Program We Nexus di pesisir selatan dapat tersebar luas dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan maupun wilayah lainnya,” ungkap Bram Marantika, MHPSS and Peacebuilding Manager, Save the Children Indonesia.

Dampak Ekonomi dan Promosi Ekonomi Lokal

Selain sebagai ruang edukasi dan kampanye sosial, Festival Pesisir Selatan 2026 juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal. Puluhan pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam bazar berhasil meningkatkan pendapatan mereka selama kegiatan berlangsung.

Festival ini sekaligus menjadi media promosi bagi potensi wisata pesisir selatan Timor Tengah Selatan yang dikenal akan keindahan alamnya, termasuk kawasan Pantai Kolbano yang terkenal dengan batu warna-warninya yang unik. Melalui kegiatan ini, masyarakat lokal memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk kuliner, kerajinan, serta kekayaan budaya kepada pengunjung dari berbagai wilayah.

Mendorong Keberlanjutan Inisiatif Perdamaian

Festival Pesisir Selatan 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat implementasi program WeNexus di wilayah Nusa Tenggar Timur. Program ini telah mendorong terbentuknya berbagai inisiatif di tingkat desa yang melibatkan perempuan dan anak muda dalam pembangunan, dialog social, serta kesiapsiagaan bencana.

Melalui festival ini, berbagai praktik baik dari desa-desa penerima manfaat program turut dibagikan kepada masyarakat luas, termasuk kepada komunitas dari wilayah lain yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menuju Agenda Tahunan

Keberhasilan penyelenggaraan Festival Pesisir Selatan 2026 menjadi langkah awal dalam membangun ruang kolaborasi yang berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah, dan mitra pembangunan lainnya. Festival ini diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempromosikan perdamaian dan pemberdayaan perempuan, tetapi juga memperkuat potensi pariwisata, ekonomi lokal, dan pelestarian budaya di wilayah pesisir selatan Timor Tengah Selatan.

Melalui keterlibatan aktif perempuan, anak, dan komunitas, Festival Pesisir Selatan 2026 menjadi contoh nyata bagaimana komunitas lokal dapat berperan penting dalam membangun masa depan yang lebih damai, inklusif, dan berkelanjutan.

Share your love
Avatar photo
Alain Oematan
Articles: 39