Di balik perbukitan dan hamparan tanah Timor, sebuah gerakan perubahan yang sunyi namun bertenaga sedang digerakkan dari akar rumput. Melalui dedikasi para Person in Charge (PIC) dan Community Organizer (CO) di lapangan, laporan kemajuan terbaru menunjukkan komitmen nyata dalam menyuarakan hak-hari masyarakat desa, khususnya kaum perempuan, demi masa depan yang lebih mandiri dan inklusif.
Berikut adalah kisah perjalanan, tantangan, dan harapan yang diukir langsung dari jantung desa-desa dampingan kami:
Suara Perempuan dan Teknologi Tepat Guna dari Desa Pene Utara
Perjalanan pendampingan kelompok di Desa Pene Utara sudah berjalan sejak 2024, hingga pada 25 Agustus 2026 dengan langkah koordinasi yang hangat, Wemrits Nenohaifeto selaku staf lapangan CIS Timor melakukan diskusi mendalam dengan Kepala Desa, Sekretaris Desa, serta para CO lokal (Yosna Taek dan Daniel Batmalo) untuk memetakan dinamika perkembangan desa. Perubahan struktural yang inklusif mulai tampak ketika Daniel Batmalo (CO Project WE for JET CIS Timor) dipercaya memegang tanggung jawab strategis sebagai Sekretaris Komite Air Desa. Meskipun sempat menghadapi tantangan teknis—seperti uji coba penyedotan sumur bor pada Juli 2026 yang belum berhasil karena debit air yang kecil namun tiadk membuat semangat warga tidak surut. Semangat ini terus membuka ruang kolaborasi Bersama WVI yang turun melakukan survei sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

Perjuangan ini terus berlanjut, termasuk pada 26 Agustus 2026 saat digelarnya Musrembang Desa Pene Utara untuk perencanaan pembangunan tahun 2027. Melalui pengawalan ketat para CO, suara-suara perempuan dan kelompok rentan berhasil diintegrasikan menjadi usulan formal desa. Mereka membawa mandat penting: mulai dari penyertaan modal UKM, sosialisasi kesetaraan gender (GEDSI) hingga ke tingkat dusun, penerbitan Perdes kesetaraan gender dan perlindungan anak, peningkatan jaringan air bersih, hingga pengadaan teknologi hijau yang aplikatif seperti Biogas dan kompor berbahan bakar oli bekas.
Poin-ppoin usulan diatas dapat dilihat sebagai proses yang tidak hanya berhenti pada kebijakan sosial, usulan teknis terkait Energi Terbarukan (ET) juga menjadi fokus utama. CIS Timor mendorong agar desa mulai melirik pelatihan dan pengadaan teknologi yang diyakini dapat membantu rumah tangga, khususnya perempuan, dalam mendapatkan akses energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Keberhasilan strategis dalam kegiatan ini adalah masuknya para Community Organizer ke dalam tim penyusun RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa) 2027. Keterlibatan ini menjadi kunci untuk mengawal agar usulan-usulan yang pro-perempuan dan berwawasan lingkungan tetap menjadi prioritas utama desa.
“Saya merasa senang tergabung dalam tim penyusun RKPDes 2027 karena bisa mengawal usulan yang mendukung perempuan dan juga untuk produk ET,” ungkap Daniel Batmalo, salah satu Community Organizer yang terlibat langsung dalam proses tersebut.Fokus pada Solusi Air Bersih
Bagi Yoksan Nitbani, Sekretaris Desa Pene Utara, sinergi ini memberikan harapan baru. “Besar harapan saya untuk bantuan jaringan air bersih karena akan memenuhi kebutuhan masyarakat dan peningkatan ekonomi kelompok atau keluarga melalui produk UMKM,” ujarnya.
Kepemimpinan Perempuan Mewarnai Arah Pembangunan Desa Nenas
Pada tanggal 6 Agustus 2026, atmosfer Musyawarah Rencana Desa Nenas untuk tahun 2027 terasa sangat berbeda dan penuh energi inklusi. Dikawal oleh Semmy Kase (staf lapangan CIS Timor), kehadiran keterwakilan perempuan mendominasi ruang diskusi secara nyata; dari 4 orang CO yang hadir mengawal jalannya musyawarah, 3 di antaranya adalah perempuan.

Kehadiran mayoritas perempuan ini bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan hadir dengan gagasan-gagasan taktis. Dominasi positif ini berbuah manis melalui aksi nyata Susana Naben, salah satu CO perempuan, yang dengan berani mengusulkan program-program pemberdayaan ekonomi strategis. Usulan tersebut meliputi pengembangan sarana prasarana serta Rumah Produksi UMKM, pemanfaatan Teknologi Tepat Guna berupa Biogas untuk UMKM kelompok ‘Enos Mutis’, pengucuran bantuan modal usaha bagi kelompok Enos Mutis dan Lintas Mutis, hingga perancangan Peraturan Desa (Perdes) tentang produk usaha desa demi mendongkrak Pendapatan. Tak hanya ekonomi, akses terhadap dunia luar pun diperjuangkan lewat usulan pembangunan Tower Jaringan Telkomsel demi memerdekakan desa dari isolasi komunikasi.




