Sumba Barat Daya, Agustus 2026 – Sebuah langkah kecil namun bermakna sedang bergulir di dapur-dapur masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Yayasan CIS Timor Indonesia, melalui pendampingan intensif bagi kelompok masyarakat, resmi mendistribusikan 20 unit Tungku Hemat Energi yang dirancang untuk membawa perubahan pada pola konsumsi kayu bakar dan kualitas hidup sehari-hari.
Gerakan ini menjangkau Desa Loko Kalada di Kecamatan Laura, Desa Waikaniyo dan Desa Umbu Ngedo di Kecamatan Kodi Bangedo. Di Desa Umbu Ngedo, Kelompok Tungku Lingo Here telah menerima pesanan 4 unit tungku, sementara di Desa Loko Kalada, Kelompok Tungku Manada Dabba menyalurkan 12 unit kepada anggotanya. Distribusi ini bukan sekadar penyerahan barang, melainkan sebuah inisiatif uji coba terukur yang dilakukan sepanjang Agustus 2026. Di kelompok Hekka Milla, Desa Waikaniyo sudah 4 unit tungku yang berhasil dijual kepada masyarakat sekitar dengan harga @175.000 per unit.
Lebih dari sekadar alat masak, tungku-tungku ini merupakan hasil inovasi yang sedang diuji ketahanannya terhadap panas, tingkat efisiensi dalam penggunaan kayu bakar, hingga kenyamanan penggunaannya bagi para ibu rumah tangga. Proses ini dilakukan dengan cara yang sangat partisipatif: setiap unit yang didistribusikan dipantau secara langsung oleh kelompok. Pengalaman para anggota yang menggunakan tungku tersebut dicatat secara detail—mulai dari durasi memasak hingga kondisi fisik tungku—sebagai data krusial untuk evaluasi dan penyempurnaan produk di masa depan.
Nilai inklusivitas menjadi jiwa dalam kegiatan ini. Di Desa Loko Kalada, salah satu unit tungku diserahkan secara khusus kepada Beatris Bili, seorang penyandang disabilitas wicara. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen yayasan dan kelompok masyarakat setempat untuk memastikan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan dapat diakses dan dirasakan manfaatnya secara merata, tanpa terkecuali.
Ke-20 unit tungku ini kini telah berada di tangan pengguna, dan proses pemantauan terus berjalan sebagai rencana tindak lanjut yang berkelanjutan. Hasil evaluasi dari uji coba lapangan ini nantinya akan menjadi fondasi utama bagi Yayasan CIS Timor Indonesia dan para pengrajin lokal untuk menyempurnakan kualitas Tungku Hemat Energi generasi berikutnya. Dengan kerja sama yang solid antara staf lapangan dan kelompok UMKM, upaya ini diharapkan tidak hanya menciptakan dapur yang lebih hemat, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat Sumba Barat Daya dalam mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan dan inklusif.

Sepanjang uji coba yang dilakukan tungku hemat energi ini memberikan manfaat dari beberapa aspek verifikasi yakni:
- Verifikasi Teknis
- Hemat Kayu: Uji Efisiensi Thermal Kayu bakar yang digunakan lebih hemat mencapai 40 – 50% dan waktu yang digunakan untuk memasak lebih hemat mencapai 30 – 40%. Kayu yang digunakan ukuran kayu kecil.
- Minim Asap: pengurangan asap dari pembakaran kayu bakar di dapur terbuka mengurangi risiko infkesi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit pernapasan lainnya. penggunaan tungku ini berkorelasi dengan pengurangan biaya kesehatan
- Program Tungku Hemat Energi memberikan pengurangan emisi terbesar (465,44 Ton CO2eq/tahun) karena tingginya ketergantungan masyarakat pada kayu bakar dan efektivitas dalam menghemat konsumsi kayu bakar hingga 40%
- Verifikasi Pengguna
- Lebih Mudah dinyalakan, hemat kayu dibanding tungku biasa, waktu untuk mengabil kayu menjadi berkurang, masakan cepat masak karena panas terfokus, aman untuk perempuan dan anak serta sesuai dengan budaya memasak.
- Verifikasi Ekonomi
- Hemat kayu 12 – 15 batang perhari atau 1 ikat perhari atau 7 ikat perminggu. Jika 1 ikat harganya 10 ribu maka terjadi penghematan 70 ribu/minggu atau 280 ribu perbulan.
Jika tungku membutuhkan biaya 150.000 – 200.000 maka dalam satu atau dua bulan saja maka biaya tungku sudah break event point.






