1 CIS TIMOR “Jadi Inspirasi untuk Perubahan” Jadi Relawan, Jadi Inspirasi

CIS Timor
Jl.KB.Lestari No.11, Kota Baru, Walikota, Kupang
Nusa Tenggara Timur
Tel/Fax. 0380-833210
e mail : cistimor@gmail.com

  1. 2010
  2. Januari 2009
  3. Mei 2008
  4. Januari 2008
  5. Mei 2007
  6. Juni 2007
  7. Agustus 2006
  8. Juni 2006
  9. Maret 2006

Edisi I Edisi LXXIV Rekonsiliasi di Timor Timur
Edisi II 2
Edisi III 3
Edisi IV   4
Edisi V 5
Edisi VI TNI dan Pengungsi "HABIS MANIS SEPAH DIBUANG" 6
Edisi VII Rekonsiliasi Hati 7
Edisi VIII 8
Edisi IX Resetlement (Pemukiman Kembali) "Antara ada dan Tiada" 9
Edisi X Kamp Noelbaki, Riwayatmu Kini..!! 10
Edisi XI   11
Edisi XII 20 Mei, Apakah Tanggal Itu Berarti...?? 12
Edisi XIII LSM di Kamp Pengungsi "Beri Ikan atau Pancing" 13
Edisi XIV Resettlement "Sampai Dimana Ceritanya...??? 14
Edisi XV Semangat Belajar "Dian yang Tak Kunjung Padam" 15
Edisi XVI Kebunku Nafas Hidupku 16
Edisi XVII Suara HAti sang "Labarik" 17
Edisi XVIII HUT RI dan Nasib Pengungsi "Merah Putih di Sudut Kamp Pengungsi" 18
Edisi XIX Pemerintah RTDL "Perahu Kecil di Tengah Badai" 19
Edisi XX 31 Agustus, Biti Bot dan Orang Lokal yang Resah 20
Edisi XXI Ketika Kita HArus Memilih. . .! ! 20
Edisi XXII Relokasi Rekonsiliasi 20
Edisi XXIII Bagaiman Dengan yang Tinggal? 20
Edisi XXIV Ketika Orang Tuapukan Menuntut Ganti Rugi 20
Edisi XXV Mencari Kambing Hitam di Hutan Wemer 20
Edisi XXVI Repatriasi : Kenapa Dibuka Lagi? 20
Edisi XXVII Kabar dari Lolukalay 20
Edisi XXVIII Registrasi Lagi 20
Edisi XXIX Didalam Data, Diluar Bongkar 20
Edisi XXX Relokasi, Sampai dimana Ceritanya? 20
Edisi XXXI Uang Jepang, Dinkes dan Kimpraswil 20
Edisi XXXII Mari Ciptakan Kedamaian 20
Edisi XXXIII Relokasi dan Pelaksanaannya 20
Edisi XXXIV Pemilu di Kamp..?? 20
Edisi XXXV Titipan Harapan dari Derok Aitos 20
Edisi XXXVI Bagaimana Setelah Lahan Didapat??? 20
Edisi XXXVII Lahan Bagi Masa Depan Keluarga 20
Edisi XXXVIII Berusaha ditengah Keterbatasan 20
Edisi XXXIX Pemukiman Lokal, Apa Kabarmu...? 20
Edisi XL Pemukiman Mandiri, Apa Sikap Kita? 20
Edisi XLI BBR Datang Lagi....!!! 20
Edisi XLII Kabar dari Pulau Sumba 20
Edisi XLIII Mereka yang Terlupakan 20
Edisi XLIV Kami Butuh Pemukiman 20
Edisi XLV Buah dari Ketekunan 20
Edisi XLVI Bukti Sebuah Kemandirian 20
Edisi XLVII Apa Dukungan Kita Bagi Mereka 20
Edisi XLVIII 20
Edisi XLIX Negosiasi Lahan 20
Edisi L 20
Edisi LI 20
Edisi LII 20
Edisi LIII 20
Edisi LIV 20
Edisi LV 20
Edisi LVI 20
Edisi LVII 20
Edisi LVIII   20
Edisi LIX   20
Edisi LX   20
Edisi LXI   20
Edisi LXII   20
Edisi LXIII   20
Edisi LXIV   20
Edisi LXV   20
Edisi LXVI   20
Edisi LXVII   20
Edisi LXVIII   20
Edisi LXIX   20
Edisi LXX   20
Edisi LXXI   20
Edisi LXXII   20
Edisi LXXIII   20
Edisi LXXIV   20
Edisi LXXV   20
Edisi LXXVI   20
Edisi LXXVII   20
Edisi LXXVIII   20
Edisi LXXIX   20
Edisi LXXX   20
Edisi LXXXI   20
Edisi LXXXII   20
Edisi LXXXIII   20
Edisi LXXXIV   20
Edisi LXXXV   20
Edisi LXXXVI   20
Edisi LXXXVII   20
Edisi LXXXVIII   20
Edisi LXXIX   20
Edisi XC   20
Edisi XCI   20
Edisi XCII   20
Edisi XCIII   20
Edisi XCIV   20
Edisi XCV   20
Edisi XCVI   20
Edisi XCVII   20
Edisi XCVIII   20
Edisi XCIX   20
Edisi C   20
. : : AFSC assestment situasi Timor Barat : : .
AFSC atau American Friends Service Commitee sebagai LSM International berpusat di Jogja yang saat ini tengah bekerja di ACEH sedang melakukan assestment situasi di Timor Barat untuk pengembangan program di NTT. Untuk itu CIS TIMOR memfasilitasi AFSC untuk berdiskusi dengan kawan-kawan NGO dan organisasi mahasiswa dengan Topik: sharing situasi Timor Barat dalam pengalaman kerja NGO dan Organisasi Mahasiswa. Diskusi ini dipandu oleh: Winston di posko CIS Timor pada 08 June 2007. diHadiri oleh 10 Lembaga yakni : Yayasan Pancaran Kasih-TTS, Lakmas-TTU, GMKI-Kupang, Justice and Peace Kupang, Yayasan CEMARA, GMKI Kupang, CIS timor, Forum Kepedulian Kesehatan Masyarakat Manlea, PMPB, Kelompok Bina sadar Mandiri (KASDAM).

 

Setelah pemandu memberikan pengantar dan memandu perkenalan antar peserta FGD dengan AFSC, maka dilanjutkan oleh perkenalan kerja-kerja AFSC oleh Bapak Steven parker (country representive).

 

FGD ini berhasil menemukan Isue-Isue Strategis sebagai berikut :

  1. 1. perlunya Penguatan Kapasitas bagi Msy dan LSM yang sedang bekerja di basis
  2. Keterlibatan AFSC diharapkan seirima dengan kerja-kerja LSM/ Organisasi Pemuda/Kemahasiswaan yang ada sekarang.
  3. Spirit partnership (jangka waktu program perlu jangka panjang, tidak berbenturan standard, perspektif "bantuan vs bencana-konflik")

Rekomendasi peserta kepada AFSC :

  1. Pola Projek tidak saja pada "duit" tapi fokus pada pengembangan potensi masyarakat
  2. Keberlanjutan akses terhadap pelayanan dasar (basic service): perlu pendampingan lanjutan (teknis, community building)
  3. AFSC hadir untuk penguatan kapasitas promotor perdamaian bagi kawan-kawan basis
  4. Jika AFSC punya link untuk pertukaran pengalaman belajar ke daerah/wilayah lain
  5. Perlu kolaborasi untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan peace building. Target grup : eks pengungsi 5000-an orang di TTU dan lokal
  6. Membangun ketahanan pangan masyarakat di Timor Barat yang sering dilanda rawan pangan dan busung lapar.
  7. Penguatan ekonomi msy selain pertanian
  8. Capacity building lembaga lokal [prasyarat : sebelum melakukan pemberdayaan masyarakat]
  9. Penegasan spirit Partnership (donor dan LSM belum setara ; standard donor vs idealisme LSM, bekerja dalam jangka waktu panjang).
Diakhir pertemuan, Pak Stev menjanjikan akan datang lagi berkunjung kekupang dan memfollow up hasil pertemuan kepada para peserta yang hadir.

 

---------------------------

 

 

. : : Kampanye "Gizi dan masa depan keluarga" ala CIS Timor : : .
Peningkatan gizi keluarga dan peningkatan pendapatan keluarga melalui program Food security adalah tema utama program ATUP II. Upaya untuk mewujudkan hal ini, telah dilakukan berbagai persiapan baik sosial, lapangan maupun fisik bersama masyarakat.
Untuk tahap I, CIS Timor melakukan intervensi di 5 lokasi, yakni Bortetuk (210 KK) (Desa Halifunan), Lakfehan A (58 KK) dan Pantai Laitubuh (24 KK) (Desa Dualaus), Sukabisikun (58 KK) (Desa Litamali) dan Wematek (44 KK) (Desa Lakekun Barat). Kelima lokasi tersebut telah sampai pada training komunitas untuk peningkatan capacity building komunitas sebelum melakukan implementasi program.
Training ini dilakukan sendiri oleh staf CIS Timor yang dilakukan secara Tim, yakni bidang perikanan, pertanian dan peternakan. Dari materi training yang disampaikan, fasilitator sangat menekankan pentingnya teknologi ramah lingkungan yang merupakan misi dalam program Food security kali ini. Dari pelatihan ini, ada keseimbangan peran antara perempuan dan laki-laki, ini terlihat dari kehadiran dan antusiasnya peserta dalam berbagai diskusi.

 

Bidang Pertanian

Dilakukan di dua tempat yakni di atambua pada tanggal 6 Juni 2007, dan di betun pada tanggal 12 Juni 2007. Materi yang disampaikan adalah Budidaya tanaman tomat, lombok, kacang panjaang, kangkung, sawi, terung. Pengenalan dan pencegahan hama dan penyakit tanaman secara organik. Pembuatan pupuk organik dan Manajemen kelompok.oleh Yeni Dadi Lado / Baramata

 

Bidang perikanan
Dilakukan pada tanggal 8 Juni 2007 di Atambua. Materi yang disampikan adalah pengenalan perikanan tangkap, pengoperasian dan pemeliharaan mesin dan perahu dan manajemen kelompok oleh Olivyanus Dadi Lado dan Lodowik Huna Kore

 

Bidang peternakan
Dilakukan pada tanggal 9 Juni 2007 di atambua dan 13 Juni 2007 di Betun. Materi yang disampaikan adalah petunjuk teknis pemeliharaan ternak kambing, manajemen pemeliharaan ternak kambing berupa, manajemen kandang, manajemen pakan. Pencegahan dan pengobatan penyakit ternak, reproduksi ternak, dan manajemen kelompok. Oleh Stefanus Riwu

 

---------------------------

 

 

. : : Refleksi dari Training INCREASE untuk NGO dan staf Pemda : : .

Selama seminggu, sejak 28 mey-1 juni 2007, LSM INCREASE ( Institute of Cross-Timor for Economic and Social Development) kembali melaksanakan satu sessi training yang sangat bermanfaat bagi pekerja NGO dan Staf pemerintah dengan topic “Evaluasi dan Keberlanjutan Untuk Program Pemberdayaan Masyarakat“ (Community Based Evaluation and Sustainability)


dimana fasilitatornya adalah :
  1. 1. pak Fary Dj. Franscis (Smile Link Project Indonesia – Jepang Training Facilitator PKPM - BAPPENAS),
  2. Yohannes Ghewa (Specialist Training Care International),
  3. F. Mario Vieira (Senior Advisor GLG-GTZ), dan Co-Facilitator Rusti Rambu (Program Officer INCREASE).
Peserta Pelatihan berasal dari : ORNOP/LSM adalah YPI, Oxfam GB West Timor, YPK, Yayasan TLM, SSP Soe, CCF, LPA NTT, WVI-Rote) dan Staff Pemerintah (Bappeda Flotim, Sekber TTS, turut serta dalam pelatihan ini adalah Selvister Ndaparoka (koordinator Divisi Advokasy CIS TIMOR).

 

Dalam sessi training yang berlangsung SERSAN alias serius tetapi santai , muncul beberapa refleksi kritis para peserta berkenaan dengan kerja-kerja pendampingan mereka selama ini sehingga merasa tercerahkan, merasa bertambah wawasan, atau merasa "berdosaâ", bahkan ada yang merasa semakin bingung. Berikut beberapa poin kunci refleksi yang diuraikan kembali oleh bung Vester :
  1. Bentutan antara standard donor versus idealisme pendamping (LSM Lokal),
  2. perbedaan tajam antara Cita-cita organisasi terhadap masyarakat versus kapasitas pendamping dan kesejahteraan mereka yang terbatas.
  3. Kemitraan LSM dan Pemda ternyata belum maksimal dan masih penuh curiga.
  4. Ketatnya Standard donor versus nilai-nilai lokal (local wisdom) yang sering digerogoti.
  5. Apa indikator perubahan menurut "kita" dan masyarakat.
  6. Data-Data pendukung kerja masih simpang siur dan tidak terintegrasi.
  7. Masyarakat dipandang hanya sebagai penerima manfaat, bukannya partner.
  8. "Kita" yang berpartisipasi pada kegiatan masyarakat, ataukah sebaliknya?
  9. apa itu keberlanjutan/ sustainability (projek kita yang terus berlanjut, ada uang terus mengalir atau masyarakat yang berkelanjutan dan makin sejahtera?)

Sudah saat nya : semua pelaku pembangunan di NTT (Pemda, NGO, gereja dan komunitas civil society) melakukan evaluasi bersama yang berbasis masyarakat terkait dengan projek/program yang telah dilakukan selama ini.

 

---------------------------